Langsung ke konten utama

Penghujung 2018

Selamat malam
Ga terasa ya, 2018 pun segera berakhir. Sudah banyak cerita suka maupun duka menghiasi tahun ini. Jujur, untuk aku pribadi, 2018 ini banyak sekali pelajaran pelajaran yang dapat diambil dari sekian banyak kejadian yang udah terjadi. Mulai dari kesedihan ku di awal 2018. Kesedihan itu berawal dari perkenalanku dengan seorang pria. Intinya, semua hal itu random banget lah. Senang, sedih, gembira campur aduk. Ujung cerita ini, bisa dibilang buat aku sakit dan kecewa yang amat dalam. Saking sakitnya, efeknya pun sampai ke kesehatanku. Ya, tapi itu semua lagi lagi aku anggap sebagai pelajaran dan bumbu kehidupan. Sekarang alhamdulilah sudah bisa move on dari masa lalu itu. Aku tau, dari kejadian itu kesalahan yang datang dari aku pun ada. Aku akui. Tapi sekali lagi, semuanya tinggal hikmahnya yang bisa ku petik.
Oke, selain itu, tahun ini juga tahun yang penuh rasa syukur buatku. Karna pada tahun ini, alhamdulilah aku udah menamatkan pendidikan di bangku kuliah. Semuanya berlalu begitu cepat. Tepatnya bulan Februari aku dinyatakan lulus dan menerima gelar Sarjana Ekonomi. Bersyukur sekali, semuanya aku lalui dengan kehadiran teman- teman seperjuangan yang bisa saling memahami satu sama lain. Jika ga ada kalian belum tentu lho, kita bisa lulus bareng. Lalu, lanjut di bulan April, perhelatan wisudapun alhandulilah kujalani dengan lancar. Meskipun beberapa hari sebelumnya tubuhku drop karna aku kena cacar air. FYI, cacar air ini bisa menyerang tubuhku, lantaran karna efek badanku yang sakit karna kejadian di cerita pertama tadi lho. Iya, saking lemahnya tubuh ini, nafsu makanpun hilang. Kebetulan saat itu beberapa temanku juga abis kena campak. Jadi, mungkin virus campak tadi menular ke tubuhku karna imun ku lemah saat itu. Akhirnya, sampai ke tubuhku jadi sakit cacar air deh.  Ya, apakah virus campak & cacar itu sama? Ga tau lah, pokoknya saat itu aku ingat sekali, badanku panas tinggi dan beberapa hari setelah itu muncul bentol bentol merah yang kemudian membesar berisi nanah. Idih, menatap wajahku sendiri di depan cermin saja, aku ga sanggup. Karna baru pertama kalinya dalam hidupku, wajahku di penuhi bentolan cacar berisi nanah, yang membuat wajahku jadi jelek. Saat itu aku hanya bisa menangis.  Sampai seluruh badan dan wajahku penuh dengan bentol bentol besar itu. Rasanya sangat sakit, dan aku hanya bisa terbaring lemah dikasur beberapa minggu.
Untung saja, beberapa hari setelahnya, aku dan ibu memutuskan berobat ke Puskesmas terdekat. Alhamdulilah dengan pengobatan yang rutin dari Puskesmas, dan kegigihanku untuk pulihpun keras,panas di tubuhku pun hilang dalam 2 minggu. Tapi, bekas bentol di sekujur tubuhku masih ada.
Kalau diingat ingat lagi sedih sekali rasanya. Karna aku sadar, mungkin Tuhan kasih penyakit itu ke aku karna ada dosa yang telah aku perbuat. Dan lewat penyakit itulah, Tuhan sayang padaku dan ingin menghapus dosa itu dari diriku.
Ya, lanjut ke cerita wisuda tadi. Jadi saat wisuda, tubuhku belum sepenuhnya pulih dari sakit cacar tadi. Meskipun beberapa bekas cacar di wajah mulai hilang, tapi beberapa bekas di badan masih banyak menempel. Mungkin bagi kalian yang udah pernah kena cacar pasti tau rasanya gimana. Untuk tidur pun susah, goler sana goler sini.Apalagi mandi. Jadi moment wisuda itu, ku lalui dengan sedikit kesusahan. Yah, mau gimana lagi. Untuk makan aja, selerapun ga ada. Badan masih kurang fit dan banyak lah. Tapi, walaupun begitu, semuanya tetap ku syukuri. Alhamdulilah, setidaknya sebagian beban orangtua sudah bisa ringan. Semoga dengan ilmu ilmu yang telah didapatkan selama ini bisa menjadi berkah dan bermanfaat untuk aku dan orang orang terdekat. AMIN.
Lanjut, setelah wisuda, moment terpenting ini juga tidak bisa dipisahkan dari serangkain cerita di 2018. Moment dimana label job seeker udah melekat. Yap, mencari kerja, ngantar lamaran, cek lowongan di situs pencari kerja, langganan jobstreet dsb. Semuanya udah ku lalui. Ikutan job fair sana sini. Nunggu panggilan dan ketika dapat satu panggilan aja, rasanya udah gimana gitu. Ckckck......iya, cari kerja itu emang susah. Apalagi di negeri kita ini. Semakin banyak lulusan sarjana tiap tahun bemunculan, tapi lapangan kerja ga bertambah. Uft.....jadi pengangguran itupun ga enak. Ya, semua keluh kesah itu sudah kulalui dan rasakan. Tapi jangan pernah berhenti usaha ya. Oya, satu lagi yang lebih penting adalah  jangan lupa berdoa. Untuk teman temanku yang masih berjuang untuk dapatkan pekerjaan, percayalah bahwa usaha ga mengkhianati hasil kok. Selagi kita terus berusaha dan menyertakan Allah di dalamnya, insyaAllah akan membuahkan hasil. Mungkin itu sedikit morivasi dariku ya. Jujur, aku bisa bilang kayak gini, karna itu semua juga pernah kurasakan.
Tapi, alhamdulilah aku bersyukur sekali pada Allah SWT, tepatnya di bulan Oktober kemaren, aku udah tekan kontrak kerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Riau. Salah satu moment dimana aku ga akan lupa untuk terus bersyukur. Sesungguhnya, Allah masih sayang denganku. Allhamdulilah Allah masih mendengar doaku dan doa kedua orangtuaku. Alhamdulilah, sekali lagi. Walaupun statusku masih karyawan kontrak, tapi aku sudah bisa merasakan pengalaman di dunia kerja dan setidaknya sudah bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga rasa syukur ini, ga hanya keluar dari ucapan saja. Tapi rasa syukur ini harusnya bisa diimplementasikan ke kehidupanku sejari hari, agar aku tau bagaimana cara menghargai hidup.
Mungkin sekian dulu, kisahku di 2018. Semoga semua pengalaman itu dapat dijadikan pelajaran untuk kedepan, agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amiin.
Thanks God.
Good bye 2018
Welcome 2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Seorang Penulis

Ntah kenapa, setelah memasuki dunia kerja beberapa bulan ini dan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan kontrak di sebuah perusahaan swasta. Aku semakin tahu, ternyata begini ya suka duka menjadi seorang pekerja. Aku tak tahu, apakah karna statusku sebagai Admin jadi rasanya cukup memusingkan. Karna pekerjaan seorang Admin disini sangat complicated. Menurutku begitu. Pernah berpikir apakah profesi ini akan menjadi profesi tetapku nanti. Lalu, apakah aku akan siap menerima tantangan dalam pekerjaanku. Ntahlah. Bukan bermaksud tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Tetapi, terkadang muncul pertanyaan pertanyaan dalam benakku. Apasih, yang telah kamu hasilkan melalui pekerjaanmu? Memang sih, ada uang setiap bulan yang mengalir ke rekeningku. Tapi, kita tak berbicara tentang itu. Maksudnya adalah, apakah aku sudah merasakan kepuasan bathin setelah selesai mengerjakan tugas seorang admin di kantor. Bagaimana perasaanmu, setelah kamu bisa menyelesaikan sebuah pekerj...

Mengawali 2020 dengan Segudang Cerita

Hari ini......tepatnya hari ke 25 di bulan Januari 2020. Eits..... sebelumnya tanggal 24. Memang kenapa dengan tanggal 24? Yap..... alhamdulllah di tanggal 24 kemaren Tuhan masih memberikan kesempatanku untuk bernafas dan berkesempatan untuk bertambah umur menjadi 24 tahun. Hm.... kalau dipikir - pikir umur 24 menurutku bukanlah umur yang muda lagi. Berasa tua, itu sih yang sempat terlintas di pikiranku. Tapi, ya sudahlah, yang penting bukan tua - nya, tapi mampukah kita dewasa sebanding dengan umur kita saat ini dan bisa mengambil pelajaran - pelajaran hidup di umur yang hampir memasuki seperempat abad ini.    Beralih ke topik lain......   Kebetulan hasrat kembali ingin menulis blog ini muncul setelah aku memutuskan untuk ketemuan sama sahabatku. Ya, beruntung masih ada kesempatan untuk pulang kampung setelah lebih kurang 4 bulan lamanya aku ga ambil jatah untk cuti di kantor.  Setelah bercerita satu sama lain dan menumpahkan rasa galau masing - masing, intinya dia...