Langsung ke konten utama

Menjadi Seorang Penulis

Ntah kenapa, setelah memasuki dunia kerja beberapa bulan ini dan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan kontrak di sebuah perusahaan swasta. Aku semakin tahu, ternyata begini ya suka duka menjadi seorang pekerja. Aku tak tahu, apakah karna statusku sebagai Admin jadi rasanya cukup memusingkan. Karna pekerjaan seorang Admin disini sangat complicated. Menurutku begitu.
Pernah berpikir apakah profesi ini akan menjadi profesi tetapku nanti. Lalu, apakah aku akan siap menerima tantangan dalam pekerjaanku. Ntahlah.

Bukan bermaksud tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Tetapi, terkadang muncul pertanyaan pertanyaan dalam benakku. Apasih, yang telah kamu hasilkan melalui pekerjaanmu? Memang sih, ada uang setiap bulan yang mengalir ke rekeningku. Tapi, kita tak berbicara tentang itu. Maksudnya adalah, apakah aku sudah merasakan kepuasan bathin setelah selesai mengerjakan tugas seorang admin di kantor. Bagaimana perasaanmu, setelah kamu bisa menyelesaikan sebuah pekerjaan. Apakah senang atau hal apa sih yang kamu rasakan?

Kemudian hatiku menjawab, ya aku senang dan puas. Tapi cuma sekedar itu. Disisi lain aku ingin punya bukti kongkrit dengan produktivitas yang telah kucapai. Nah, apa ya bukti kongkritnya. Kalau admin, cuma input ini input itu dan sebatas melaksanakan tugas untuk operasional perusahaan agar berjalan lancar ya , ga ada bukti kongkritlah. Kecuali, kamu memaknainya lain. Kalau kamu ingin punya bukti kongkrit dari pekerjaanmu. Jangan mau jadi admin lah. 

Sejenak , begitulah pikiran pikiran yang berseliweran dalam otakku belakangan ini.
Rasanya, aku ingin punya suatu bukti kongkrit dari pekerjaanku. 
Kemudian aku berpikir. Profesi apa yang sekiranya bisa aku lakukan yang nantinya kita bisa lihat, ini lho yang aku hasilkan. Ibarat penyanyi, dia bisa menghasilkan karya sebuah album yang berisikan lagu - lagu.  Kemudian orang lain bisa menikmatinya dan mengapresiasinya. Contoh lain, apa ya? Ya, seorang penulis. Penulis bisa menghasilkan karya lewat buku yang dikarangnya. Setelah buku terbit, akan ada orang yang membaca kemudian bisa mendapatkan manfaat di dalamnya dan kemudian diberikan apresiasi. Wah, rasanya jika kita sudah punya karya itu sungguh membanggakan ya. Kita bisa melihat bukti nyata, ini lho, karyaku. Dan karya kitapun bisa dinikmati oleh orang lain dan kalau bisa punya value yang lebih untuk masyarakat. Itulah, yang aku impikan belakangan ini.
Karya ini pun bisa tetap ada dan dikenang oleh penikmatnya walaupun kita sudah ga ada lagi di dunia. Itulah, kelebihannya jika kita sudah bisa berkarya.

Pertanyaannya sekarang, apakah aku bisa menghasilkan karya tersebut?
Who knows? Memang menjadi penulis butuh waktu dan proses. Akupun masih awam dengan dunia tulis menulis. Kadang, menulis ini hanya mengisi waktu kosong bagiku. Contohnya ngeblog.
Semoga melalui blog ini aku bisa memperdalam keinginanku untuk bisa menjadi seorang penulis. Kemudian bisa menghasilkan sebuah karya untuk aku dan penikmatnya.

Sudah banyak memang, kisah para blogger ataupun seorang penulis yang aku dengar pengalamannya. Rata rata, mereka adalah orang yang unik dan kreatif di bidagnya. Semoga saja, ceritaku ini tidak hanya menjadi cerita sore penghantar waktu menuju malam saja ya. Tapi semoga aku bisa mewujudkan keinginanku untuk bisa menghasilkan sebuah karya lewat menulis.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengawali 2020 dengan Segudang Cerita

Hari ini......tepatnya hari ke 25 di bulan Januari 2020. Eits..... sebelumnya tanggal 24. Memang kenapa dengan tanggal 24? Yap..... alhamdulllah di tanggal 24 kemaren Tuhan masih memberikan kesempatanku untuk bernafas dan berkesempatan untuk bertambah umur menjadi 24 tahun. Hm.... kalau dipikir - pikir umur 24 menurutku bukanlah umur yang muda lagi. Berasa tua, itu sih yang sempat terlintas di pikiranku. Tapi, ya sudahlah, yang penting bukan tua - nya, tapi mampukah kita dewasa sebanding dengan umur kita saat ini dan bisa mengambil pelajaran - pelajaran hidup di umur yang hampir memasuki seperempat abad ini.    Beralih ke topik lain......   Kebetulan hasrat kembali ingin menulis blog ini muncul setelah aku memutuskan untuk ketemuan sama sahabatku. Ya, beruntung masih ada kesempatan untuk pulang kampung setelah lebih kurang 4 bulan lamanya aku ga ambil jatah untk cuti di kantor.  Setelah bercerita satu sama lain dan menumpahkan rasa galau masing - masing, intinya dia...

Penghujung 2018

Selamat malam Ga terasa ya, 2018 pun segera berakhir. Sudah banyak cerita suka maupun duka menghiasi tahun ini. Jujur, untuk aku pribadi, 2018 ini banyak sekali pelajaran pelajaran yang dapat diambil dari sekian banyak kejadian yang udah terjadi. Mulai dari kesedihan ku di awal 2018. Kesedihan itu berawal dari perkenalanku dengan seorang pria. Intinya, semua hal itu random banget lah. Senang, sedih, gembira campur aduk. Ujung cerita ini, bisa dibilang buat aku sakit dan kecewa yang amat dalam. Saking sakitnya, efeknya pun sampai ke kesehatanku. Ya, tapi itu semua lagi lagi aku anggap sebagai pelajaran dan bumbu kehidupan. Sekarang alhamdulilah sudah bisa move on dari masa lalu itu. Aku tau, dari kejadian itu kesalahan yang datang dari aku pun ada. Aku akui. Tapi sekali lagi, semuanya tinggal hikmahnya yang bisa ku petik. Oke, selain itu, tahun ini juga tahun yang penuh rasa syukur buatku. Karna pada tahun ini, alhamdulilah aku udah menamatkan pendidikan di bangku kuliah. Semuanya ber...