Langsung ke konten utama

Mengawali 2020 dengan Segudang Cerita


Hari ini......tepatnya hari ke 25 di bulan Januari 2020. Eits..... sebelumnya tanggal 24. Memang kenapa dengan tanggal 24? Yap..... alhamdulllah di tanggal 24 kemaren Tuhan masih memberikan kesempatanku untuk bernafas dan berkesempatan untuk bertambah umur menjadi 24 tahun. Hm.... kalau dipikir - pikir umur 24 menurutku bukanlah umur yang muda lagi. Berasa tua, itu sih yang sempat terlintas di pikiranku. Tapi, ya sudahlah, yang penting bukan tua - nya, tapi mampukah kita dewasa sebanding dengan umur kita saat ini dan bisa mengambil pelajaran - pelajaran hidup di umur yang hampir memasuki seperempat abad ini. 
 
Beralih ke topik lain......
 
Kebetulan hasrat kembali ingin menulis blog ini muncul setelah aku memutuskan untuk ketemuan sama sahabatku. Ya, beruntung masih ada kesempatan untuk pulang kampung setelah lebih kurang 4 bulan lamanya aku ga ambil jatah untk cuti di kantor. 
Setelah bercerita satu sama lain dan menumpahkan rasa galau masing - masing, intinya dia juga punya beban yang ga kalah beratnya saat ini. Sebagai jobseeker yang masih berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus untuk lulusan sarjana seperti dia, memang  ga mudah. Aku juga udah pernah berada di posisi yang dia rasakan saat sekarang ini. Dimana susahnya untuk mendapatkan sebuah pekerjaan bagi seorang freshgraduate dan dibutuhkan perjuangan yang sangat amat keras untuk lepas dari label jobseeker tersebut. 
 
Dia bercerita dan akupun bercerita tentang kegalauan yang ku rasakan tentang pilihan untuk karir ke depanku nanti. Intinya, dia menilai aku terlalu underistimate terhadap diri sendiri. Hm......apakah betul? Ntahlah, yang pasti begitulah penilaian dia terhadap rasa galau yang ku pendam belakangan ini dalam urusan karir dan masa depan.    
 
Terus, aku sempat cerita bahwa aku selama ini ga tau mau aku itu apa. Yang ku tau selama ini pilihan - pilihan dalam hidupku lebih dominan diputuskan oleh orang tuaku dengan beberapa pertimbangan - pertimbangan tertentu sesuai dengan kondisi keluarga kami. Tapi, efeknya sekarang ke diriku, aku merasa bahwa untuk saat ini galau sama apa tujuan hidupku sendiri dan merasa bingung dengan masa depanku nanti. Karena walaupun sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan , tapi ntah kenapa aku merasa ini bukan pilihan tetapku untuk kedepannya karena ada beberapa alasan yang ku pertimbangkan. 
Lalu, temanku ini memberi nasehat, yang intinya aku terlalu underistimate sama diri sendiri dan mempermasalahkan  sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan. Hm.....memang kadang aku punya pikiran - pikiran yang sebenarnya itu bukanlah suatu hal yang berat dan patut untuk dipermasalahkan. Taoi, ntah mengapa, kenapa, apa ada yang salah dengan pla pikir ku atau cara ku dalam menyikapi suatu hal. Ntahlah......

Dia juga nasehatin aku untuk coba lihat peluang. Jangan pikir kalau kamu punya "neraka" tapi kamu anggap itu suatu masalah. Tapi lihat, di " neraka" mu itu ada peluang yang bisa kamu gali. Intinya seperti itu. Mungkin maksud kalimat tersebut hanya aku dan temanku tadi yang paham. Haha.....
 
Baiklah, coba ku renungi lagi tentang ini, agar tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan dalam hdup.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Seorang Penulis

Ntah kenapa, setelah memasuki dunia kerja beberapa bulan ini dan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang karyawan kontrak di sebuah perusahaan swasta. Aku semakin tahu, ternyata begini ya suka duka menjadi seorang pekerja. Aku tak tahu, apakah karna statusku sebagai Admin jadi rasanya cukup memusingkan. Karna pekerjaan seorang Admin disini sangat complicated. Menurutku begitu. Pernah berpikir apakah profesi ini akan menjadi profesi tetapku nanti. Lalu, apakah aku akan siap menerima tantangan dalam pekerjaanku. Ntahlah. Bukan bermaksud tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Tetapi, terkadang muncul pertanyaan pertanyaan dalam benakku. Apasih, yang telah kamu hasilkan melalui pekerjaanmu? Memang sih, ada uang setiap bulan yang mengalir ke rekeningku. Tapi, kita tak berbicara tentang itu. Maksudnya adalah, apakah aku sudah merasakan kepuasan bathin setelah selesai mengerjakan tugas seorang admin di kantor. Bagaimana perasaanmu, setelah kamu bisa menyelesaikan sebuah pekerj...

Penghujung 2018

Selamat malam Ga terasa ya, 2018 pun segera berakhir. Sudah banyak cerita suka maupun duka menghiasi tahun ini. Jujur, untuk aku pribadi, 2018 ini banyak sekali pelajaran pelajaran yang dapat diambil dari sekian banyak kejadian yang udah terjadi. Mulai dari kesedihan ku di awal 2018. Kesedihan itu berawal dari perkenalanku dengan seorang pria. Intinya, semua hal itu random banget lah. Senang, sedih, gembira campur aduk. Ujung cerita ini, bisa dibilang buat aku sakit dan kecewa yang amat dalam. Saking sakitnya, efeknya pun sampai ke kesehatanku. Ya, tapi itu semua lagi lagi aku anggap sebagai pelajaran dan bumbu kehidupan. Sekarang alhamdulilah sudah bisa move on dari masa lalu itu. Aku tau, dari kejadian itu kesalahan yang datang dari aku pun ada. Aku akui. Tapi sekali lagi, semuanya tinggal hikmahnya yang bisa ku petik. Oke, selain itu, tahun ini juga tahun yang penuh rasa syukur buatku. Karna pada tahun ini, alhamdulilah aku udah menamatkan pendidikan di bangku kuliah. Semuanya ber...